Jalur PPDB 2019

PPDB pada SMK terdiri dari berbagai jalur sebagai berikut

1. Jalur prestasi
a. Jalur prestasi UN
Jalur prestasi UN SMP/MTs atau yang sederajat merupakan jalur PPDB menggunakan seleksi
dengan mempertimbangkan nilai yang diperoleh dari hasil UN SMP/MTs atau sederajat yang
dibuktikan dengan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN);
b. Jalur Prestasi non UN
Jalur prestasi non UN merupakan jalur PPDB menggunakan seleksi berdasarkan nilai yang
diberikan kepada calon peserta didik karena memiliki prestasi di bidang akademik dan/atau
non akademik yang diperolehnya pada jenjang pendidikan SMP/MTs atau yang sederajat
dengan ketentuan :
1) Juara 1, 2, 3 tingkat internasional dan nasional dapat langsung diterima;
2) Jika jumlah calon peserta didik sebagaimana dijelaskan pada nomor 1) melebihi kuota
jalur prestasi non UN, calon peserta didik akan diperingkat berdasarkan skor
sebagaimana terlampir dalam petunjuk teknis, hingga batas kuota;
3) Nilai kejuaraan selain pada angka 1), akan diberikan penilaian sebagaimana terlampir.
c. Kejuaraan yang dinilai harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) kejuaraan hanya diperhitungkan dari salah satu prestasi tertinggi dari jenis/ cabang
kejuaraan yang diperoleh.
2) kejuaraan diperoleh selama menjadi siswa SMP/MTs atau sederajat yang diutamakan
dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama secara
berjenjang dan berkelanjutan, dengan ketentuan :
3) Kejuaraan tingkat kabupaten/kota diselenggarakan oleh instansi di tingkat
kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai agenda pemerintah kabupaten/kota, atau
instansi lain yang melibatkan Lembaga/instansi/organisasi resmi yang relevan dengan
jenis kejuaraan;
4) Kejuaraan tingkat provinsi diselenggarakan oleh instansi di tingkat provinsi yang
ditetapkan sebagai agenda pemerintah provinsi, atau instansi lain yang melibatkan
lembaga/instansi/organisasi resmi yang relevan dengan jenis kejuaraan;
5) Kejuaraan tingkat nasional diselenggarakan oleh yang ditetapkan sebagai agenda
nasional, atau instansi lain yang melibatkan lembaga/instansi/organisasi resmi yang
relevan dengan jenis kejuaraan;
6) Kejuaraan tingkat internasional yang diakui oleh kementerian/lembaga pemerintah non
kementerian yang ditetapkan sebagai agenda internasional, atau instansi lain yang
melibatkan lembaga/instansi/organisasi resmi yang relevan dengan jenis kejuaraan;
3
d. Kategori kejuaraan meliputi :
Perlombaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
diantaranya adalah :
1) Olimpiade Sains Nasional (OSN);
2) Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN);
3) Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N);
4) Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN);
5) Kuis Kihajar (Kita Harus Belajar);
6) Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari);
7) Lomba KaryaJurnalistik Siswa Nasional (LKJS);
8) Lomba Cipta Puisi, Cipta Lagu, Melukis dan Membatik.
Perlombaan yang diselenggarakan diluar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
dapat berupa :
1) Sains (ilmu pengetahuan);
2) Teknologi tepat guna;
3) Seni dan budaya;
4) Olahraga ;
5) Keteladanan;
6) Keagamaan;
7) Bela Negara, Palang Merah Remaja, dan Kepramukaan.
e. Sertifikat penghargaan kejuaraan, dilegalisasi dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Kejuaraan yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
tingkat kabupaten/kota pengesahan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat,
tingkat provinsi, nasional, dan/atau internasional disahkan oleh Cabang Dinas setempat
dan/atau Dinas Pendidikan Provinsi;
2) Kejuaraan dalam bidang olah raga, legalisasi dilakukan oleh organisasi cabang olah
raga/KONI tingkat kabupaten/kota/provinsi sesuai tingkat kejuaraan;
3) Kejuaraan bidang lainnya, legalisasi dilakukan oleh panitia penyelenggara atau lembaga
yang relevan dan terlibat dalam kejuaraan tersebut.
f. Satuan pendidikan diberi kewenangan untuk memverifikasi piagam/sertifikat
sesuai ketentuan dan dapat melakukan uji kompetensi calon peserta didik sesuai
kejuaraan yang diperolehnya
4
g. Prestasi bidang keagamaan berupa hafiz Qur’an memperoleh penghargaan
berdasarkan jumlah Juz yang dikuasai calon peserta didik.
Penyetaraan penghargaan prestasi hafiz Qur’an sebagai berikut :
1) Hafiz 11 – 30 Juz setara dengan prestasi juara 1 tingkat Nasional;
2) Hafiz 6 – 10 Juz setara dengan prestasi juara tingkat provinsi;
3) Hafiz 2 – 5 Juz setara dengan prestasi juara 1 tingkat kabupaten;
4) Prestasi hafiz Qur’an atau prestasi dari agama lainnya dibuktikan dengan sertifikat atau
surat keterangan dari kantor kemenag atau lembaga keagamaan penyelenggara sesuai
tempat domisili calon peserta didik

a. Jalur KETM merupakan PPDB jalur zonasi yang ditujukan bagi calon peserta didik dari keluarga
ekonomi tidak mampu yang dibuktikan dengan kepemilikan dokumen program penanganan
keluarga ekonomi tidak mampu dari pemerintah pusat atau daerah seperti :
1) Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau
2) Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau
3) Kartu Pra Sejahtera (KPS), atau
4) Kartu Indonesia Sehat (KIS), atau
5) Kartu penanggulangan kemiskinan lainnya sesuai program pemerintah pusat atau
daerah
b. ABK merupakan Anak Berkebutuhan Khusus yang dibuktikan dengan surat hasil diagnose atau
hasil penilaian kekhususan dari ahli atau pokja pendidikan inklusi.
c. Seleksi jalur KETM dan ABK dengan menghitung jarak domisili calon peserta didik dengan
sekolah yang dituju.
d. Dalam hal calon peserta didik dari KETM tidak memiliki kartu program penanganan KETM,
dapat melampirkan :
1) Surat keterangan dari kepala sekolah asal yang menyatakan ketidakmampuannya
berdasarkan data pada jenjang SMP/MTs.atau yang sederajat;
2) Surat pakta integritas dari kepala sekolah asal yang menyatakan kebenaran data KETM
dari calon peserta didik

a. Jalur perpindahan tugas orang tua merupakan jalur yang disediakan bagi calon peserta didik
yang mengikuti tempat tugas orang tua dengan tahapan seleksi ;
1) mempertimbangkan jarak domisili calon peserta didik pada wilayah provinsi atau
kabupaten/kota yang sama dengan sekolah yang dituju;
2) Jika pada batas kuota terdapat nilai yang sama, seleksi selanjutnya berdasarkan prestasi
nilai UN; dan
3) Jika hasil pemeringkatan 2) masih sama, diperingkat berdasarkan usia calon peserta
didik;
b. Tempat tugas orang tua yang dimaksud pada poin a dibuktikan dengan surat penugasan dari
instansi/lembaga/kantor atau perusahaan yang memberi tugas