Seleksi PPDB 2019

Tidak berlaku ketentuan zonasi;
1. Seleksi Jalur Prestasi UN Kuota CPD jalur Prestasi UN sebanyak 70%. Proses seleksi pada jalur UN
dilakukan melalui tahapan:
a. Verifikasi persyaratan umum dan dokumen ;
b. Uji kompetensi dan atau tes minat dan bakat sesuai program/kompetensi keahlian yang dipilih
bagi sekolah yang menerapkan test bakat minat ;
c. Calon Peserta Didik yang dinyatakan lolos test bakat minat dapat mengikuti proses seleksi
selanjutnya, sedangkan bagi yang tidak lolos dapat mengubah pilihan kompetensi keahlian lain
yang tidak mempersyaratkan test minat bakat atau ke SMK lainnya;
d. Pemeringkatan nilai UN hingga batas kuota;
e. Calon Peserta Didik dinyatakan lolos seleksi jika hasil pemeringkatan pada batas kuota dan
lolos uji kompetensi dan atau tes minat dan bakat;
f. CPD tidak lolos karena melebihi daya tampung, akan dilimpahkan untuk seleksi tahap
berikutnya di pilihan ke 2 dan ke 3 untuk diperingkat di program keahlian/SMK pilihan ke 2;
g. Jika di pilhan ke 2 tidak lolos karena melebihi daya tampung, selanjutnya dilimpahkan ke
pilihan 3 hingga batas kuota;
h. Dalam hal hasil UN dan hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada nomor 4) sama pada batas
kuota , seleksi memprioritaskan calon peserta didik dengan menghitung jarak terdekat domisili
calon peserta didik dengan sekolah;
i. Dalam hal hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada nomor 4) dan masih belum memenuhi
daya tampung, maka kekurangandaya tampung akan di isi dengan urutan jalur prestasi Non
UN, jalur KETM dan Jalur Perpindahan orang tua.
2. Seleksi prestasi non UN
Kuota CPD jalur Prestasi Non UN sebanyak 5 %. Proses seleksi pada jalur Prestasi Non UN
dilakukan melalui tahapan :
a. Verifikasi persyaratan umum dan dokumen ;
b. Uji kompetensi dan atau tes minat dan bakat sesuai program/kompetensi keakhlian yang
dipilih bagi sekolah yang menerapkan test bakat minat ;
c. Calon Peserta Didik yang dinyatakan lolos test bakat minat dapat mengikuti proses seleksi
selanjutnya, sedangkan bagi yang tidak lolos dapat mengubah pilihan Kompetensi Keahlian
lain yang tidak mempersyaratkan test minat bakat atau ke SMK
lainnya;
d. Pemeringkatan didasarkan pada gabungan nilai prestasi kejuaraan, hasil uji kompetensi
prestasi dengan pembobotan yang ditetapkan satuan Pendidikan;
e. Pemeringkatan dari data prestasi CPD hingga batas kuota;
f. Calon Peserta Didik dinyatakan lolos seleksi jika hasil pemeringkatan pada batas kuota dan
lolos uji kompetensi dan atau tes minat dan bakat;
8
g. CPD tidak lolos karena melebihi daya tampung, akan dilimpahkan melalui seleksi dalam tahap
berikutnya di pilihan ke 2 dan ke 3 untuk diperingkat ke program keahlian/SMK pilihan ke 2; h.
Dalam hal hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada nomor 4) sama dalam batas kuota, seleksi
memprioritaskan calon peserta didik dengan menghitung jarak terdekat domisili calon peserta
didik dengan sekolah; i. Dalam hal hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada nomor 4) dan
masih belum memenuhi daya tampung, maka kekurangan daya tampung akan di isi dengan
urutan jalur prestasi UN, jalur KETM dan Jalur Perpindahan orang tua;
3. Seleksi Jalur KETM
Kuota CPD jalur KETM sebanyak 20%. Proses seleksi pada jalur KETM dilakukan melalui tahapan
:
a. Verifikasi persyaratan umum dan dokumen ;
b. Uji kompetensi dan atau tes minat dan bakat sesuai program/kompetensi keakhlian yang dipilih
bagi sekolah yang menerapkan test bakat minat ;
c. Calon Peserta Didik yang dinyatakan lolos test bakat minat dapat mengikuti proses seleksi
selanjutnya, sedangkan bagi yang tidak lolos dapat mengubah pilihan Kompetensi Keahlian lain
yang tidak mempersyaratkan test minat bakat atau ke SMK
lainnya;
d. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan jarak domisili siswa dengan sekolah hingga batas kuota;
e. Calon Peserta Didik dinyatakan lolos seleksi jika hasil pemeringkatan pada batas kuota dan
lolos uji kompetensi dan atau tes minat dan bakat;
f. CPD tidak lolos karena melebihi daya tampung, akan dilimpahkan melalui seleksi dalam tahap
berikutnya di pilihan ke 2 dan ke 3 untuk diperingkat ke program keahlian/SMK pilihan ke 2;
g. Dalam hal hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada nomor 4) sama dalam batas kuota, seleksi
memprioritaskan calon peserta didik dengan usia yang paling tinggi;
h. Dalam hal hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada nomor 4) dan masih belum memenuhi
daya tampung, maka kekurangan daya tampung akan di isi dengan urutan jalur prestasi UN,
Jalur Prestasi Non UN dan Jalur Perpindahan orang tua.
9
4. Seleksi jalur perpindahan Kuota CPD jalur perpindahan sebanyak 5%. Proses seleksi
pada jalur perpindahan dilakukan melalui tahapan :
a. Verifikasi persyaratan umum dan dokumen ;
b. Uji kompetensi dan atau tes minat dan bakat sesuai program/kompetensi keahlian yang dipilih
bagi sekolah yang menerapkan test bakat minat;
c. Calon Peserta Didik yang dinyatakan lolos test bakat minat dapat mengikuti proses seleksi
selanjutnya, sedangkan bagi yang tidak lolos dapat mengubah pilihan kompetensi keahlian lain
yang tidak mempersyaratkan test minat bakat atau ke SMK lainnya.
d. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan jarak domisili siswa dengan sekolah hingga batas kuota
;
e. Calon Peserta Didik dinyatakan lolos seleksi jika hasil pemeringkatan pada batas kuota dan
lolos uji kompetensi dan atau tes minat dan bakat;
f. CPD tidak lolos karena melebihi daya tampung, akan dilimpahkan, diikutsertakan dalam seleksi
tahap berikutnya di pilihan ke 2 dan ke 3 untuk diperingkat ke program keahlian/SMK pilihan
ke 2;
g. Dalam hal hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada nomor 4) sama dalam batas kuota, seleksi
memprioritaskan calon peserta didik secara berurutan dengan menggunakan nilai UN, usia
yang paling tinggi; h. Dalam hal hasil seleksi sebagaimana dimaksud pada nomor 4) dan masih
belum memenuhi daya tampung, maka kekurangan daya tampung akan di isi dengan urutan
jalur KETM, Jalur prestasi UN, dan Jalur Prestasi Non UN. i. Apabila jumlah pendaftar melebihi
daya tampung, akan diseleksi berdasarkan urutan prioritas:
1) calon peserta didik yang berdomisili pada wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang
sama dengan SMK yang bersangkutan;
2) Calon peserta didik yang mendaftar lebih awal;
3) Usia yang paling tinggi calon peserta didik;
5. Seleksi pada Kelas Industri
a. SMK yang mempunyai kelas Industri dapat melaksanakan test seleksi tersendiri dengan
ketentuan dan persyaratan yang disesuaikan dengan keperluan DU/DI;
b. SMK yang melaksanakan test PPDB kelas industri harus melaporkan kepada Dinas Pendidikan
Jawa Barat melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah masing-masing meliputi : daya tampung
( jumlah siswa dan rombongan belajar), waktu seleksi dan teknis pelaksanaan serta bukti
kerjasama dengan DU/DI untuk kelas Industri;
c. Jadwal pendaftaran dan seleksi kelas industri dilakukan bersamaan pelaksanaan PPDB online